LPM AL-ITQAN — Rafli Saputra, S. H. mahasiswa program studi Hukum Pidana Islam (HPI) menjadi salah satu mahasiswa yang sangat aktif baik akademik maupun non-akademik. Selama masa perkuliahan yang telah dilaluinya, ia selalu mengikuti dengan proses di luar kelas. Perjalanannya dimulai sebagai pengurus Himpunan mahasiswa program studi (HMPS) Hukum Pidana Islam pada tahun 2023.
Di bidang akademik ia juga berkesempatan untuk melaksanakan magang di Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Bagi Rafli, semua pengalaman yang telah ia lalui tersebut sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses belajar.
“Dari organisasi saya belajar memimpin, mengambil keputusan, menghadapi perbedaan, bertanggung jawab,” katanya.
Ia menjelaskan dari setiap kegiatan yang telah ia lakukan tersebut, yang lebih penting adalah bagaimana setiap pengalaman tersebut membentuk cara berpikir, bersikap, dan melihat kehidupan. Dari semua itu ia belajar bahwa, kepercayaan harus dijaga, kesempatan harus dimanfaatkan dan setiap proses, baik sekecil apapun tetap memiliki arti.
Meskipun demikian, Rafli mengakui semua proses yang dilewati bukan tanpa hambatan, disaat bersamaan ia harus mampu beradaptasi, perbedaan pandangan, kritikan hingga kewajiban menuntaskan akademik. Dari semua itu ia belajar untuk mengatur dan menentukan skala prioritas dari setiap kegiatan yang ada.
"Saya juga belajar untuk tidak membawa semua persoalan dengan emosi, mau mendengarkan orang lain, menerima kritik, dan berdiskusi ketika memang membutuhkan pandangan dari orang lain." ujarnya.
Putra Kamang itu menyadari setiap proses yang ia lalui tidak dapat dipisahkan dari peran serta keluarga, teman, dan berbagai pihak yang ikut berkontribusi dalam setiap prosesnya.
“Ada banyak orang yang hadir, membantu, memberi nasihat, membuka kesempatan, bahkan mungkin hanya dengan satu kalimat sederhana, tetapi sangat berarti bagi saya,” jelasnya.
Terakhir, Ia berpesan agar sabar dalam menjalani proses. Menurutnya setiap orang memiliki waktu dan jalan masing-masing, tidak semua proses harus berbuah manis dengan cepat, serta jangan membandingkan proses sendiri dengan orang lain.
“Tidak semua perjalanan harus cepat, dan tidak semua pencapaian harus datang di waktu yang bersamaan.” Tutupnya.
Penulis: Elgi Kurniawan

.jpg)