LPM AL-ITQAN — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syari'ah UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi melaksanakan kegiatan Perspective LAB dengan mengangkat tema "Indonesia Darurat Korupsi" yang dilaksanakan di Aula Gedung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) atau gedung O pada, Kamis (1/10/2026).Irfan Ichsan Maulana
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun nalar kritis, serta mengkaji berbagai persoalan hukum dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Ketua Panitia dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dipersiapkan oleh 15 orang panitia dan diikuti oleh 80 peserta yang telah mendaftar.
"Perspektif LAB tidak diharapkan hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan membangun pola pikir kritis dalam melihat persoalan yang terjadi di masyarakat," ujar Irfan Ichsan Maulana.
Sementara itu, Muhammad Zhafran sebagai Gubernur DEMA Fakultas Syariah dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan bukan sekadar untuk memenuhi tanggung jawab organisasi mahasiswa, tetapi ia forum tersebut dihadirkan sebagai ruang dialektika untuk membangun kembali nalar kritis mahasiswa serta menjadi perhatian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di daerah.
“Kami menghadirkan forum dialektika pada kegiatan hari ini untuk menumbuhkan kembali, membangunkan kembali nalar-nalar kritis kita dan juga sebagai alarm nantinya kepada pemerintah daerah kita.” jelasnya.
Zhafran juga mengajak peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan serius serta menyerap pengetahuan yang disampaikan oleh para pemateri. Ia berharap diskusi yang berlangsung tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat dilanjutkan melalui forum berikutnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu isu yang disinggung dalam sambutan tersebut berkaitan dengan reaktivasi maupun pemukiman PT KAI dan PT IT. Persoalan tersebut dipertanyakan dari sisi tujuan dan dampaknya terhadap aset maupun kekayaan daerah.
“Apakah benar-benar untuk menyelamatkan aset ataupun kekayaan daerah, atau justru sebaliknya?” kata Zhafran.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu dibahas dan dikaji bersama melalui forum yang menghadirkan pemateri dengan latar belakang hukum dan aktivisme yang mana mahasiswa juga diharapkan dapat mengambil peran dalam mengawal isu-isu publik melalui kajian dan diskusi yang berkelanjutan.
Kegiatan Perspektif LAB turut dihadiri mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi serta mahasiswa dari Kampus Politani Payakumbuh. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif dalam membahas persoalan yang diangkat.
Pemateri pertama disampaikan oleh Dr. Muhammad Jamil, S.Sos.I., MA. yang menjelaskan tentang rekonstruksi perjalanan 32 tahun (1994–2026) aset tanah Pemprov Sumatra Barat seluas ±108 Ha di Kawasan Padang Industrial Park yang dikelola oleh PT ARP dan PT PIP.
Lalu pemateri kedua disampaikan oleh Mevrizal, S.H., M.H yang menjelaskan tentang perspektif hukum dan bukti empiris terkait isu korupsi di Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, DEMA Fakultas Syariah berharap Perspektif LAB dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan keberanian dalam mengkaji persoalan publik serta tidak berhenti pada diskusi di dalam ruangan. Forum tersebut diharapkan dapat dilanjutkan dengan kajian dan pengawalan terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian bersama.
Penulis: Fadila Yuliana Siregar dan Salsabila Salwa

