Prof. Dr. Anis Malik Thoha, Lc., M.A., Ph.D., rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang (UNISSULA) periode 2014-2018 menjadi pemateri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang diadakan oleh Ma'had Al-Jami'ah UIN Sjech M.Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi di gedung Student Center pada, Rabu (21/10/2026).
Judul materi yang dibawakan oleh Prof. Anis Malik Thoha ialah "Pesantren dan Ekosistem Pendidikan Tinggi Islam dalam Mencetak Sumber Daya Manusia Profesional".
Ia menjelaskan bahwa pendidikan Islam tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas tetapi juga membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, berintegritas serta bertanggung jawab. Baginya, hal ini menjadi pokok pembahasan dalam kuliah umum dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.
Prof. Anis Malik Thoha juga menyoroti bahwa tantangan pendidikan saat ini adalah bagaimana cara melahirkan orang-orang cerdas, terampil, profesional, namun tetap menjaga nilai-nilai kejujuran, moralitas dan tanggung jawab.
"Kita sering melihat orang-orang yang cerdas, terampil, berpendidikan tinggi, tetapi tidak jujur, dan tidak bermoral", ungkapnya.
Selanjutnya, Prof. Anis juga menyinggung bukti penyalahgunaan kekuasaan, terlihat dari banyaknya permasalahan yang di hadapi sekarang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yaitu seperti Korupsi dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Berbagai aksi korupsi dipakai orang-orang yang yang mempunyai kemampuan dan kecerdasan tinggi. Bahkan aksi ini dibedakan dengan yang didapatkan dari pendidikan pesantren", ucap mantan alumni International Islamic University of Islamabad (IIUI), Pakistan itu.
Menurutnya isu Karhutla juga bentuk kegagalan pemerintah dalam melakukan tata kelola lahan gambut yang mengakibatkan rusaknya ekosistem alam serta gangguan kesehatan masyarakat bahkan menimbulkan korban jiwa.
"Karhutla ini berkaitan dengan erat cara tentang pengelolaan, standar, dan pembentukan aparatur penegak hukum yang mana dampaknya dapat merusak ekosistem, dan gangguan kesehatan", katanya.
Oleh karena itu, Prof. Anis memandang bahwa pendidikan Islam perlu mengintegrasikan keimanan, ilmu pengetahuan, amal, dan tanggung jawab dalam proses pembentukan manusia. Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan individu yang profesional tetapi harus membentuk pribadi yang mempunyai menggunakan ilmunya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

