LPM AL-ITQAN — LAMPUNG — Perkembangan teknologi dan maraknya platform belanja online turut mengubah kebiasaan masyarakat dalam berbelanja pakaian. Kemudahan membandingkan harga, banyaknya pilihan produk, serta praktisnya transaksi membuat belanja online menjadi salah satu pilihan masyarakat. Kondisi tersebut turut dirasakan oleh pedagang pakaian di Pasar Bandar Sari, Way Kanan, Lampung.
Berdasarkan wawancara pada Rabu (19/8/2026), pedagang pakaian di Pasar Bandar Sari, Nur dan Putra, mengungkapkan bahwa perkembangan belanja online memberikan pengaruh terhadap aktivitas jual beli mereka. Keduanya menghadapi perubahan kebiasaan pembeli dengan cara yang berbeda.
Nur mengakui bahwa keberadaan platform belanja online memberikan pengaruh terhadap aktivitas jual beli pakaian. Menurutnya, salah satu hal yang sering menjadi pertimbangan pembeli adalah perbedaan harga. Pakaian yang dijual melalui platform online terkadang ditawarkan dengan harga lebih rendah sehingga pembeli dapat membandingkannya dengan harga di pasar.
Menghadapi kondisi tersebut, Nur berusaha menonjolkan kelebihan berbelanja secara langsung. Pembeli dapat melihat kualitas pakaian dan memastikan ukuran sebelum membeli. Ia juga memberikan kesempatan kepada pembeli untuk menukarkan barang dengan syarat dan batas waktu tertentu.
“Kalau ada pembeli yang membandingkan harga pakaian yang saya jual dengan di platform online, saya akan menjelaskan kelebihan-kelebihan dari berbelanja secara langsung,” ujar Nur.
Menurut Nur, transaksi secara langsung juga memungkinkan pembeli memperoleh barang segera setelah pembayaran dilakukan.
“Kalau belanja secara langsung, pembeli dapat langsung memperoleh barang setelah transaksinya selesai. Jadi pembeli tidak perlu menunggu lama dan dapat memastikan kondisi pakaian sebelum dibawa pulang,” katanya.
Berbeda dengan Nur, Putra memilih memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana promosi. Ia menggunakan media sosial Facebook untuk memperkenalkan pakaian yang dijualnya kepada calon pembeli.
“Awalnya saya juga mengeluh dengan adanya platform online ini, namun saya akhirnya menyadari bahwa saya juga bisa memanfaatkan platform online ini untuk mempromosikan pakaian yang saya jual,” ujar Putra.
Menurut Putra, promosi melalui Facebook membantunya menjangkau calon pembeli dari daerah yang cukup jauh. Ia mengatakan, sebagian pembeli bahkan datang langsung ke pasar setelah melihat pakaian yang dipromosikannya melalui media sosial.
Pengalaman Nur dan Putra menunjukkan adanya dua cara yang dilakukan pedagang pakaian dalam menghadapi perubahan pola belanja masyarakat. Nur mempertahankan keunggulan transaksi secara langsung melalui pelayanan dan kesempatan bagi pembeli untuk memeriksa barang, sedangkan Putra memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Perkembangan belanja online menjadi tantangan bagi pedagang pakaian karena pembeli memiliki lebih banyak pilihan dalam memperoleh barang. Namun, kondisi tersebut juga mendorong pedagang untuk mencari cara agar tetap dapat menarik dan mempertahankan pembeli.
Penulis: Jessica Safitri
Foto: Jessica Safitri

