LPM AL-ITQAN —Ma'had Al-Jami'ah UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi menggelar Wisuda Tahfidz dan Haflah Takharruj bagi mahasantri Tahun Akademik 2025/2026 di Student Center UIN Bukittinggi, Sabtu (4/7). Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan universitas, para dosen, musyrif-musyrifah, orang tua, serta ratusan mahasantri yang telah menyelesaikan masa pembinaan di asrama.
Kepala Ma'had Al-Jami'ah, Fahmil Samiran, Lc., M.A., menyampaikan, sebanyak 331 mahasantri mengikuti Wisuda Tahfidz dari program reguler dan takhasus. Sementara itu, sekitar 400 mahasantri mengikuti Haflah Takharruj atau perpisahan setelah menyelesaikan pembinaan selama satu tahun di asrama.
"Hari ini yang wisuda tahfidz berjumlah 331 orang, baik dari program takhasus maupun reguler. Sedangkan yang mengikuti tasyakur takharruj sekitar 400 orang," ujarnya
Fahmil mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menghafal Al-Qur'an. Menurutnya, hafalan yang tidak terus diulang akan mudah hilang sehingga para mahasantri diharapkan tetap menjaga dan murojaah hafalan meskipun telah menyelesaikan masa pembinaan di Ma'had.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Edi Rosman, mengucapkan selamat kepada seluruh mahasantri yang berhasil menyelesaikan target hafalan, mulai dari satu hingga lima juz. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus menambah dan menjaga hafalan.
"Hafalan itu tidak berhenti sampai di wisuda hari ini. Teruslah diulang dan ditingkatkan, karena satu minggu saja tidak murojaah, hafalan bisa hilang," pesannya.
Edi juga mengingatkan mahasiswa yang belum menyelesaikan hafalan Juz 30 agar tetap melanjutkan setoran hafalan kepada dosen pembimbing akademik di program studi masing-masing. Menurutnya, hafalan Juz 30 menjadi salah satu syarat dalam mengikuti ujian komprehensif di UIN SMDD.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. Iiz Izmuddin, M.A., menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi fondasi utama pembinaan di UIN SMDD. Ia menjelaskan karakter tersebut dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu berbasis moralitas, berbasis kinerja, dan berbasis literasi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga disiplin beribadah, bertanggung jawab, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan budaya.
Iiz juga mengajak para mahasantri untuk terus menjaga hafalan Al-Qur'an setelah meninggalkan asrama. Ia menegaskan bahwa para penghafal Al-Qur'an memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemurnian hafalan melalui murojaah yang berkelanjutan.
Selain prosesi wisuda tahfidz, kegiatan juga dirangkaikan dengan Haflah Takharruj sebagai penanda berakhirnya masa pembinaan mahasiswa di Ma'had Al-Jami'ah. Para pembina berharap kebiasaan baik yang telah dibangun selama tinggal di asrama, seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, murojaah, menjaga adab, dan disiplin, tetap menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa setelah kembali ke lingkungan kampus maupun masyarakat.
Salah seorang mahasantri, Amal Fadel Fathullah Murtado yang mengikuti Wisuda Tahfidz mengatakan bahwa pembinaan di Ma'had tidak hanya membantunya dalam menghafal Al-Qur'an, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan manajemen waktu selama menjalani perkuliahan.
"Selama satu tahun di asrama saya belajar membagi waktu untuk menghafal, mengerjakan tugas kuliah, dan beraktivitas lainnya. Biasanya saya memanfaatkan waktu setelah salat Magrib dan Subuh untuk murojaah, sehingga tugas kuliah dan hafalan bisa berjalan seimbang," ungkapnya.
Penulis : Fadila Yuliana Siregar
Sumber Foto : Siti Aisyah
