LPM AL-ITQAN—Ma'had Al-Jamiah UIN Sjech M.Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi menggelar Ujian Tahfidz sebagai tolak ukur keberhasilan Mahasantri dalam menghafal Al-Qur'an, di Student Center pada Sabtu, 27/06/2026.
Kori Lilie Muslim, M.Hum., selaku Wakil Bidang Administrasi Umum dan Kesantrian mengatakan bahwa Kegiatan ini diikuti oleh Mahasantri yang memenuhi syarat hafalan dan telah lulus seleksi tahap awal di Asrama.
"Kalau ujian tahfidz ini memang yang telah disaring di asrama, siapa yang selesai setoran juz 30 berarti bisa ikut,"ujarnya.
Salah satu Musrifah sekaligus penguji Tahfidz, Riti Hariati,S.Pd mengungkapkan bahwa jumlah peserta ujian tahfidz tahun ini mengalami peningkatan dari segi jumlah peserta dan hafalan di banding tahun sebelumnya.Terdapat 343 dari 622 jumlah keseluruhan Mahasantri.
"dari segi hafalan sudah mulai beragam. Ada yang 2 juz, ada yang 3 juz. Kalau di tahun kemarin ada tapi masih satu-satu,"Jelasnya.
Menurut Riti, ujian tahfidz bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan menjadi sarana untuk mengukur kualitas hafalan. Ia menjelaskan , sistem penilaian yang digunakan terdiri dari tiga pertanyaan, yakni satu surat panjang,satu surat menengah,dan satu surat pendek. Ia juga menyebut kendala yang paling sering dialami peserta adalah kurangnya muraja'ah.
Terkait pelaksanaan ujian, Melani Amelia Putri salah satu peserta merasa lega.
"Saya merasa sangat lega, rasanya seperti beban yang selama ini ada dipikiran akhirnya selesai. Meskipun sempat merasa gugup dan tidak percaya diri, Alhamdulillah semuanya dapat dilalui dengan baik," Ungkapnya.
Melalui pelaksanaan ujian tahfidz ini pihak asrama berharap seluruh mahasantri mampu mengamalkan ilmu yang telah di peroleh, menjaga hafalan al quran, serta membiasakan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari, baik selama di asrama maupun setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Penulis : Siti Aisyah, Aisyah, dan Ainil Syukriah
Sumber foto : Salsabila Salwa
