Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittingi adakan rangkaian kajian daring bertajuk “Islam dan Ekoteologi”. Kegiatan ini mengangkat tema: "Ramadhan dan Kesalehan Ekologis: Rekonstruksi Spritualitas Islam Dalam Merawat Bumi." Kegiatan ini berlangsung sepanjang bulan Ramadhan yang dilaksanakan pada setiap hari Selasa pukul 13.00 sd 15.00 WIB melalui aplikasi zoom meetings.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Direktur pusat kajian ekatologi FUAD, Dr. Zulfan Taufik. Ia menyatakan bahwa FUAD UIN Bukittinggi memiliki tanggung jawab akademik dan moral dalam mengembangkan kajian keislaman yang relevan dengan permasalahan modern hari ini. Ia turut menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam tiga minggu bulan ramadhan dan tiga sesi pula pada setiap hari selasa.
Sesi pertama, diisi oleh dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Syafwan Rozi, M.Ag. dan Reni Dian Anggraini, M.Ag dengan moderator Khairul Amin, M.Phil. Dalam pembahasannya, Prof. Syafwan Rozi menjelaskan permasalahan ekologis merupakan tantangan pada zaman modern.
Hal ini ditandai dengan kerusakan alam dan perubahan iklim yang signifikan. Hal ini tidak hanya bisa dirubah secara kebijakan saja, melainkan juga dibutuhkan kesadaran ekstra manusia secara mendalam dan menyeluruh. Ia juga memaparkan pada aspek teologi dan tasawuf dapat berimbas baik dalam menumbuhkan norma ekologi yang berlandaskan kesadaran spiritual manusia.
Pada narasumber kedua, Reni Dian Anggraini, menjabarkan pemikiran salah satu filsuf dan cendikiawan Muslim kontemporer yaitu Seyyed Hossein Nasr tentang solusi ekologi global ini tidak hanya cukup dari kebijakan-kebijakan yang disusun, melainkan dengan mengembalikan kesadaran manusia bahwa kesucian alam sebagai ciptaan tuhan yang mesti di jaga secara mutlak.
Kegiatan berlangsung hangat dengan adanya pertanyaan dari audiens terkait tema yang diangkat dengan dihadiri oleh kisaran 50 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga pendidik dan mahasiswa dari program studi yang ada pada fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah serta pesertra lainnya.
Kegiatan ini menjadi sarana kajian ekatologi untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat mengenai kesalehan ekologis. Dengan memanfaatkan momen Ramadhan, diharapkan adanya perubahan sikap yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Penulis: Siti Aisyah
