Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi secara resmi memperkenalkan Pusat Kajian Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang telah dibentuk sejak Januari 2026. Sebagai langkah awal untuk memasyarakatkan pendekatan pendidikan yang humanis, lembaga yang dipimpin oleh Prof. Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd ini menyelenggarakan rangkaian Webinar Series bertajuk "Kurikulum Berbasis Cinta" yang menyasar dosen, guru, praktisi pendidikan, serta mahasiswa.
Fokus utama dari pusat kajian ini adalah mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan pendekatan ramah anak ke dalam kurikulum pendidikan formal maupun informal. Melalui serangkaian diskusi daring ini, UIN Bukittinggi berupaya menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Rangkaian webinar ini dijadwalkan berlangsung setiap hari Senin secara berturut-turut. Sesi perdana akan dimulai pada Senin, 23 Februari 2026, dengan menghadirkan narasumber Dr. Junaidi dan Prof. Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd. Selanjutnya, pada Senin, 2 Maret 2026, diskusi akan dilanjutkan oleh Dr. Supratman dan Dr. Charles, Ag, M.Pd.I.
Memasuki pekan ketiga pada Senin, 9 Maret 2026, materi akan dibawakan oleh Dr. Fadhilla Yusri, M.Pd Kons dan Dr. Salmi Wati, M.Ag. Rangkaian webinar ini kemudian akan ditutup pada Senin, 16 Maret 2026 dengan kehadiran narasumber Dr. Supriadi dan Dr. Wedra Aprison, M.Ag. Seluruh kegiatan ini dipandu oleh para moderator kompeten seperti Diyan Permata Yanda, Anandita Yahya, Muflihatu Zakiyah, dan Siska Yulia Rahmi.
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini dapat diakses secara daring mulai pukul 13.30 WIB melalui platform Zoom. Partisipasi publik dalam agenda ini diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam desain kurikulum di Indonesia yang lebih mengedepankan sisi kemanusiaan.
Penulis: Khaira Fitria
