LPM AL-ITQAN —Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang menggelar diskusi publik sekaligus deseminasi fellowship liputan dengan tema Ekonomi Restoratif Bencana Ekologis Deforestasi, dimulai dari pukul 19.00 WIB-Selesai, di Sekretariat AJI Padang, Selasa (2/9/2026). Sejumlah hasil liputan wartawan menunjukkan pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan bantuan dan pembangunan hunian, tetapi juga keberlanjutan ekonomi masyarakat serta pengelolaan lingkungan.
Salah satu persoalan tersebut ditemukan oleh Ghafar Ramdi, wartawan Langgam.id, melalui liputannya yang berjudul "Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung". Ia menemukan lebih dari 100 hunian sementara yang disediakan pemerintah untuk masyarakat terdampak bencana.
"Dan yang namanya hunian sementara itu sifatnya hanya menampung ketika terjadinya bencana," ungkap Ghafar ketika menerangkan hasil liputannya.
Ghafar juga mengungkapkan bahwa seiring berjalannya waktu atau pasca bencana masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari di hunian sementara akibat kekurangan air dan bantuan logistik.
"Namun ketika ditanya kepada pemerintah jawabannya menyuruh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri," ujarnya.
Di sisi lain, pemulihan berbasis lingkungan justru terlihat dalam kehidupan masyarakat Korong Gamaran, Nagari Saliputan, Kecamatan Lubuk Alung.
Afdal Afrianto wartawan Tribunpadang mepaparkan liputannya yang berjudul "Dulu Penebang Kayu, Kini Hidup dari Wisata Nyarai, Perhutanan Sosial Ubah Ekonomi Warga Gamaran" . Ia menemukan 80 persen pekerjaan awal masyarakat adalah menebang kayu namun setelah ditemukan objek wisata Air Terjun Nyarai tahun 2013, maka kebanyakan masyarakat beralih mata pencarian menjadi pemandu wisatawan.
"Jadi teman-teman disini kita melihat apa yang sebenarnya terjadi di Nagari Saliputan itu sendiri yang mana itu berada di Kecamatan Lubuk Alung. Pada sejak 10 tahun yang lalu, masyarakat di Gamaran itu sudah bergantung hidup dengan hutan," ungkap Afdal pada saat memaparkan hasil liputanya.
Dan liputan dari Panji Rahmat wartawan Kompas.id yang judul Menakar Ekosistem DAS Kuranji: Menguji Ketahanan Warga Batu Busuk Dikepung Banjir Berulang. Ia menemukan bahwa kerusakan ekosistem di daerah Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang juga di akibatkan oleh Masyarakat sendiri sebab masyarakat kurangnya pemahaman batas hutan yang dilindungi.
Namun yang menarik dari liputan Panji adalah bahwa masyarakat ternyata tidak pernah takut untuk hidup di sana. Jadi masyarakat sadar bahwa kerusakan alam di akibatkan mereka namun mereka juga menerima akibat dari perbuatannya sendiri.
Penulis: M. Zidan Pratama

