LPM AL-ITQAN —Suasana bahagia bercampur haru mewarnai prosesi wisuda angkatan XIII sesi pertama di UIN Bukittinggi pada hari Rabu, 16 September 2026. Di antara kerumunan orang tua dan wali mahasiswa yang hadir tampak sosok Ibu Bulan.
Ibu Bulan, seorang petani yang berdomisili di Padang Laweh, hadir bersama keluarga untuk menyaksikan Yelvita meraih gelar sarjana dari Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Ia tidak mampu menyembunyikan tangis bahagianya saat melihat putri bungsunya, Yelvita Sari, menggunakan toga wisudanya.
Bagi Ibu Bulan, momen wisuda ini merupakan hasil perjuangan panjang dan rasa sabar yang panjang. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, beliau bekerja sehari-hari sebagai petani ladang (parak). Hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat dan langkahnya untuk mengantarkan sang putri untuk menyelesaikan pendidikan strata-1 pada di UIN Bukittinggi.
"Alhamdulillah, selalu ada saja rezekinya. Kalau anak butuh biaya kuliah, alhamdulillah lancar dan selalu ada jalan," ucap Ibu Bulan saat ditemui di lokasi wisuda.
Untuk menghemat biaya operasional selama berkuliah, Yelvita memilih untuk tidak mengekos. Setiap hari ia menempuh perjalanan pulang-pergi dari rumahnya di kawasan Padang Laweh menuju kampus II UIN Bukittinggi yang berlokasi di Kubang Putiah. Pilihan tersebut membantu Yelvita dan keluarganya dalam menghemat pengeluaran harian, mulai dari biaya tempat tinggal hingga kebutuhan dapur.
Rasa haru Ibu Bulan bahkan sudah membuncah sejak ia pertama kali menginjakkan kaki di area kampus pada pagi dini hari, beliau meneteskan air matanya. Didampingi keluarga, Ibu Bulan serta keluarga telah menempuh perjalanan selama 30 menit hingga sampai di lokasi wisuda.
"Iko tangih bahagia nak. Amak sangaik terharu mancaliak anak katigo Amak bisa wisuda hari ko," ujar Ibu Bulan. (Ini tangis haru nak, ibu sangat terharu melihat anak ketiga bisa diwisuda pada hari ini)
Bagi Ibu Bulan, wisuda Yelvita bukan hanya penanda selesainya pendidikan, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan membiayai kuliah akhirnya berbuah pada hari yang telah lama dinantikan. Keberhasilan Yelvita menjadi memperlihatkan keterbatasan ekonomi dan setiap rintangan bukanlah menjadi hambatan dan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Selama ada komitmen, kerja keras, dan doa orang tua yang tak pernah putus, semua bisa dilalui dengan hati yang luas.
Penulis: Siti Aisyah

