LPM-AL-ITQAN - Amalya Reza soroti kebijakan transformasi energi pemerintahan Indonesia akan berdampak bagi kesehatan lingkungan di Indonesia. Hal ini ia sampaikan ketika menjadi narasumber Diskusi Publik dalam rangka HUT ke-21 Aji Padang.
Amalya Reza sebagai Manajer Kampanye Bioenergi Trend Asia menjelaskan bahwa Indonesia tidak hanya menghadapi krisis iklim, tetapi juga polikrisis yakni krisis multidimensi yang saling berkaitan dan memperparah dampak satu sama lain, yang ia sebut sebagai krisis planet.
Wanita yang akrab disapa Eca ini menjelaskan transisi energi yang seharusnya menjadi jawaban dari semua permasalahan lingkungan dan iklim ternyata tidak terjalankan, menurutnya kegagalan itu dikarenakan kebijakan energi yang di dorong Indonesia, Indonesia saat ini masih memakai fosil dari batu bara dan gas sampai tahun 2060.
Lebih lanjut, Amalya mengkritik upaya pemerintah dalam memanfaatkan kayu sebagai ganti batu bara, yang secara langsung akan berakibat pada degradasi dan deforestasi hutan yang lebih besar.
"Sekarang ternyata pemerintah yang pengen pakai kayu itu untuk jadi energi ganti batu bara. Tapi mereka membutuhkan lahan yang sangat luas untuk menghasilkan kayu supaya bisa dibakar di PLTU. Jadi kalian bayangin krisis seperti apa yang akan dihasilkan kalau pemerintah membabat kayu," Jelas Amalya.
Menurutnya yang lebih memprihatinkan dibalik pembabatan kayu itu, bukan dimanfaatkan untuk menghasilkan energi di Indonesia melainkan di ekspor ke Jepang dan Korea Selatan.
"Jadi sebenarnya kita masih dijajah, tapi kita nggak sadar bahwa yang dijajah adalah sumber dayanya," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah melakukan transformasi energi berkeadilan, restorasi hutan, serta penegakan hukum dan tanggung jawab pemulihan lingkungan.
"Jadi kita mau tenggelam dan ternyata pemerintah dorong kita untuk tenggelam. Dorong kita lebih jauh kepada krisis planet dibandingkan berusaha, gimana caranya selamat untuk bersama sama, itu nggk terjadi," tuturnya.
Menurut Amalya, hal ini menunjukkan ketidakpedulian pemerintah terhadap pemulihan lingkungan, termasuk pemulihan pascabencana di Sumatera. Bahkan menurutnya proyek-proyek yang ada dan disetujui pemerintah didorong untuk semakin memperburuk keadaan.
Terakhir, Amalya mendesak pemerintah untuk mencabut izin berbagai pihak terkait yang memperparah kondisi lingkungan khususnya bencana sumatera ini, serta meminta agar pihak tersebut bertanggung jawab penuh atas pemulihan pasca bencana.
Penulis: Putri Diana
