LPM AL-ITQAN — Mahasiswa UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi menampilkan tari kreasi Minangkabau yang berjudul Baliak Ka Aka, dalam ajang SeIBa International Festival UIN Imam Bonjol Padang yang ke-IV Tahun 2026. Acara ini berlangsung di Aula Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, pada Rabu (8/7/2026).
Gerekan dari tarian Baliak Ka Aka merupakan hasil karya sendiri dari Fauzyah Nurul Islami. Ia juga aktif di UKM Seni Marawa. Ia mengatakan bahwa makna dari tarian ini ialah merupakan tari yang menggambarkan generasi muda yang mulai menjauh dari nilai-nilai adat Minangkabau dan kebersamaannya.
"Melalui gerak tari, menceritakan seorang anak yang hidup dalam kesendirian hingga akhirnya kembali menemukan jati dirinya melalui budaya yang diwariskan leluhur," ujar Fauzyah.
Ia mengatakan bahwa pesan-pesan yang terkandung dalam tarian tersebut ialah pentingnya menjaga adat, melestarikan tradisi, serta mempererat hubungan sosial agar warisan budaya tetap hidup dari generasi ke generasi.
Sebelumnya, Fauzyah ini merupakan anak Sanggar dari daerah Solok yang bernama Galatiak Solok. Dan untuk musik dari tarian tersebut berasal dari sanggarnya.
Ia mengunggkapkan bahwa latihan dan persiapan untuk tampil di dalam ajang SeIBa ini membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu.
"Kami memaksimalkan latihannya tiga hari sebelum tampil" tuturnya.
Fauzyah mengaku penampilan tim sempat diwarnai sedikit kesalahan dalam gerakannya. Namu menurutnya hal tersebut tidak terlalu terlihat.
"Cuman gak terlalu jelas dan mereka sudah berusaha menampilkan yang terbaik juga kemarin," katanya.
Sebagai seseorang koreografer ia merasa bangga karena tidak menyangka kalau tariannya di tampilkan dalam ajang yang bergensi tersebut. Dan ia juga berharap semoga bisa mendapatkan mendali platinum.
"Kalau nggak sih setidaknya silver," ujarnya.
Tim dari tari tersebut beranggotakan lima mahasiswi, yaitu Annisa Febrita Wansis, Fauzyah Nurul Islami, Wardhatul Fuady, Aulia Hasanah Jamil, dan Viona Ramadhani.
Penulis: M. Zidan Pratama
