LPM-AL-ITQAN—Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Berbagai program disiapkan untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman pengabdian yang relevan dengan kondisi zaman dan kebutuhan masyarakat.
Adapun ragam Program KKN 2026, Arjoni selaku perwakilan LP2M menjelaskan, terdapat sembilan jenis program KKN yang direncanakan tahun ini yaitunya:
1. KKN Reguler
2. KKN Kebencanaan
3. KKN Pertanahan/Ekoteologi.
4. KKN Ombudsman (fokus pada edukasi hukum dan administrasi).
5. KKN Nusantara
6. KKN Melayu Serumpun
7. KKN In Campus
8. KKN Dari Rumah (khusus bagi mahasiswa difabel atau yang memiliki keterbatasan fisik dan tanggung jawab keluarga mendesak).
9. KKN Internasional, bagi mahasiswa yang ingin melakukan pengabdian di luar negeri.
Terkait Syarat dan Kriteria Peserta, secara umum mahasiswa yang mengikuti KKN harus memenuhi syarat administratif dan kompetensi dasar, di antaranya:
1. Mahasiswa minimal semester 6
2. Telah lulus minimal 100 SKS
3. Memiliki kemampuan keislaman yang baik (baca Al-Qur'an, hafalan Juz Amma, dan menjadi imam salat)
4. Pendaftaran dilakukan secara terintegrasi melalui sistem e-campus
Khusus untuk KKN Internasional dan KKN Nusantara, terdapat kriteria tambahan berupa kemampuan finansial mandiri, izin orang tua, surat keterangan sehat, serta kemampuan bahasa (Inggris atau Melayu) dan wawasan lintas budaya.
Lebih jauh, Arjoni menjelaskan, progres KKN hingga saat ini telah meliput proses pendaftaran, seleksi, survei lokasi, hingga pembagian kelompok dan DPL.
"Insyaallah, pada hari Senin dan Selasa mendatang akan dilaksanakan coaching secara umum untuk seluruh peserta KKN agar mereka benar-benar siap diterjunkan ke lapangan," ujar Arjoni saat diwawancarai secara online.
Terakhir ia menjelaskan hambatan dan solusi dalam persiapan KKN, terutama tantangan di lapangan. Pihak LP2M mengakui adanya keterbatasan anggaran dan kompleksitas administrasi saat berinteraksi lintas institusi. Namun, pihak kampus terus mengupayakan agar tetap sesuai mutu program.
"Harapannya, mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan perilaku yang mencerminkan ilmu pengetahuan, skill, dan kesehatan fisik yang mumpuni agar bisa berkontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Dengan berakhirnya tahapan seleksi, program KKN tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa UIN Bukittinggi untuk memberikan dampak nyata yang berkelanjutan dan lebih luas bagi masyarakat luas.
Penulis: Siti Aisyah
