LPM - AL-ITQAN—Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Bukittinggi melaksanakan nonton bersama dan diskusi film Pesta Babi. Kegiatan yang berkolaborasi dengan LPM Al-Itqan ini dilaksanakan di lapangan gedung Khairuddin Yunus kampus UIN Sjech M.Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi, pada Jum'at malam, 23/5/2026.
Film yang menyoroti dampak proyek strategis pemerintah dengan mengarahkan tenaga milter terhadap masyarakat adat hutan di Papua Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Mahasiswa UIN Bukittinggi, Alumni UIN, dan Masyarakat Sipil.
Kegiatan ini menghadirkan 2 orang teman diskusi yaitu Madrid Ramadhan dari masyarakat sipil (Civil Society) dan Mitra Oktavia dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang.
Menteri Politik, Kajian, dan Aksi Strategi mengatakan, tujuan DEMA U mengangkat kegiatan Nobar dan Diskusi ini sebagai sarana edukasi dan ruang diskusi kritis agar mahasiswa memahami isu sosial di Papua, meningkatkan kesadaran terhadap persoalan masyarakat adat, serta memperkuat budaya akademik yang terbuka.
"Menjadikan kampus sebagai sarana ruang akademik yang bebas, sehingga mendorong rasa empati dan partisipasi sosial," ujar Farid Dima Kurniawan.
Farid juga mengatakan terima kasih banyak kepada peserta yang hadir dan dia juga tidak menduga kalau peserta hadir sangat banyak.
"Tentunya rasa empati dan kepekaan mahasiswa maupun masyarakat meningkat dari pada sebelumnya yang saya liat," kata Farid.
Kendala yang terjadi ketika kegiatan berlangsung ialah listrik dalam keadaan padam, sehingga kegiatan tidak dapat dilaksanakan sebagaimana terjadwal. Sehingga kegiatan yang dijadwalkan mulai jam 18.00 WIB menjadi jam 20.15. Berangkat dari itu, penyelenggara menggunakan mesin genset untuk mendapatkan aliran listrik sementara sehingga bisa melanjutkan kegiatan.
Salah satu mahasiswa UIN SMDD yang hadir memberikan pandangannya terhadap kegiatan nobar tersebut. Walaupun dalam keadaan mati lampu tapi tidak menurunkan antusiasme para peserta untuk bisa hadir.
"Mengenai film tadi malam itu menyenangkan padahal dalam keadaan mati lampu, tapi rasa kebersamaan malam itu sangat-sangat di dapatkan, api lagi para penonton lebih fokus nonton dari pada main HP," ungkap Rahma Fiolinda, mahasiswa prodi Manajemen Haji Umrah itu.
Penulis: M. Zidan Pratama
