LPM-AL-ITQAN-Bank Indonesia (BI) menggelar wawancara calon penerima bantuan pendidikan kebanksentralan bagi mahasiswa UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi di Gedung Rektorat lantai tiga, pada Senin (25/05/2026).
Wawancara ini merupakan salah satu tahap dari proses seleksi setelah mahasiswa dinyatakan lolos dari tahap kelengkapan berkas. Adapun jumlah mahasiswa yang mengikuti seleksi berjumlah 70 orang dari berbagai tingkat dan jurusan, mulai dari semester empat sampai delapan.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaring mahasiswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengait talenta-talenta mahasiswa yang berasal dari keluarga atau mahasiswa kurang mampu yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik," ungkap Afif Al Aziz selaku humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat
Program ini tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi wadah pengembangan diri bagi mahasiswa.
"Nantinya diharapkan ketika mereka menjadi seorang penerima bantuan, mereka dapat menjadi seorang Front Liner, agent of change and future leader," tambah Afif.
Lebih lanjut, salah satu peserta wawancara menyampaikan hal yang serupa.
"Motivasi saya mengikuti beasiswa ini bukan hanya karena bantuan finansial saja, tetapi juga karena saya melihat GenBi sebagai wadah pengembangan diri bagi saya," jelas Zahratul Anisa dari Program Studi Pendidikan Matematika.
"Saya tertarik juga dengan nilai-nilai yang dimiliki GenBi seperti leadership, kepedulian sosial dan kontribusi terhadap pendidikan serta literasi keuangan" tambahnya.
Proses wawancara berjalan lancar dengan menghadirkan beberapa pewawancara dari pihak Bank Indonesia. Mahasiswa yang nantinya dinyatakan lolos diharapkan dapat memanfaatkan bantuan yang berupa uang tunai/uang saku secara maksimal.
"Untuk mahasiswa yang lolos nanti selamat menjadi penerima bantuan serta bagian dari keluarga GenBi. Bagi yang belum lolos jangan menyerah, masih ada kesempatan lain di kemudian hari" tutup Afif setelah diwawancarai.
Penulis: Putri Diana
