LPM AL-ITQAN— Program Studi Sosiologi Agama UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi resmi meraih predikat Akreditasi Unggul setelah menjalani asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK), Selasa (26/5/2026).
Ketua Prodi Sosiologi Agama, Abdul Gaffar, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen di lingkungan prodi dan universitas.
“Alhamdulillah, hasil akreditasi Sosiologi Agama meraih peringkat Unggul. Ini merupakan kerja keras banyak pihak, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, pimpinan fakultas, hingga pimpinan perguruan tinggi. Semoga Prodi Sosiologi Agama semakin baik dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian, serta menjadi tolak ukur prodi Sosiologi Agama di tingkat Sumatera maupun nasional,” ujarnya.
Dalam asesmen lapangan, asesor LAMSPAK memberikan beberapa catatan penting, di antaranya perlunya peningkatan jumlah dosen, peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi tingkat lokal, nasional, dan internasional, serta dukungan perguruan tinggi terhadap aktivitas mahasiswa, baik secara moril maupun pendanaan.
Selain itu, Abdul Gaffar menyampaikan bahwa raihan akreditasi unggul semakin memperkuat posisi Prodi Sosiologi Agama sebagai salah satu tujuan studi ilmu sosial, khususnya Sosiologi Agama, di wilayah Sumatera.
“Hal ini dibuktikan dengan alumni yang telah bekerja di berbagai sektor, dosen yang berkualitas, serta keunikan visi dan misi prodi yang mengusung kearifan lokal,” tambahnya.
Alumni Sosiologi Agama, Aidil Syahputra, turut menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia mengaku telah berharap prodi tersebut meraih predikat unggul sebelum dirinya menyelesaikan studi.
“Sebelum lulus, saya memang berharap prodi ini bisa meraih predikat unggul. Alhamdulillah, hal itu terwujud tahun ini berkat usaha kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya, predikat unggul menjadi momentum penting dalam memperkuat branding Prodi Sosiologi Agama agar semakin dikenal luas oleh masyarakat dan calon mahasiswa baru.
“Harapannya, setelah meraih predikat unggul, kualitas dan kuantitas terus ditingkatkan. Prodi juga perlu lebih aktif melakukan branding agar semakin banyak mahasiswa berkualitas yang tertarik dan mampu bersaing hingga tingkat nasional,” tutupnya.
Penulis: Syifa Alya Zahra
