LPM AL-ITQAN - Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Bukittinggi melaksanakan acara "KUPU ON SCREEN" Nonton Bareng Film Karya KPI Angkatan 2023 di Aula Gedung Bung Hatta (Aula FUAD) Lantai 3, UIN Syech M.Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi pada Senin, 25 Mei 2026, acaranya dari pukul 13:00 - selesai
Acara ini dihadiri oleh Ibu Fadhilatul Khaira dosen pengampu dengan mata kuliah Script Writing & Sinematografi, Bapak Yusuf Affandi, Kepala Program Studi KPI, Bapak Nurlizam, Wakil Dekan III FUAD, Bapak Shafwan Rozi, Dekan FUAD beserta seluruh tamu undangan dan para mahasiswa KPI.
Angkat Tradisi Minang yang Mulai Langka
Screening ini menjadi wadah unjuk gigi bagi para sineas muda KPI UIN Bukittinggi. Salah satu karya yang berhasil mencuri perhatian adalah film "Luko" karya Naila (Mahasiswa KPI B Angkatan 2023), yang mengangkat tentang tradisi mistis Gasiang Tangkurak, sebuah bagian dari budaya Minangkabau yang kini sudah sangat jarang ditemui atau dibahas oleh generasi muda.
Selain itu, film berjudul "Pulang Bukan Untuk Merindu" yang naskah skenarionya ditulis oleh mahasiswi semester 6 KPI, turut memukau penonton dengan menyuguhkan dinamika hubungan orang tua yang dibalut kental dengan konsep budaya pusako.
Target utama dari penayangan film-film ini adalah masyarakat luas yang memiliki ketertarikan terhadap dunia sinema, khususnya yang bertema kebudayaan, serta seluruh civitas akademika UIN Bukittinggi, baik adik tingkat maupun kakak tingkat sesama jurusan KPI. Melalui karya-karya ini, penonton diharapkan dapat memetik pelajaran berharga di balik setiap cerita yang disuguhkan.
"Film tentang budaya ini cukup bagus diadakan screening-nya karena berfungsi untuk mengenalkan kembali budaya-budaya kita yang mulai jarang terjadi di ranah Minang," ujar salah satu perwakilan sineas mahasiswa dalam sesi wawancara.
Proses Kurasi Berbasis Teori Perkuliahan
Karya-karya yang terpilih dalam KUPU ON SCREEN bukan sekadar hiburan visual, melainkan hasil implementasi nyata dari materi perkuliahan yang didapatkan mahasiswa selama lima semester ke belakang. Proses kurasi dan penyusunan cerita mengakar kuat pada teori Komunikasi Budaya dan Komunikasi Antar Budaya.
Untuk mengapresiasi langsung kerja keras para sineas muda ini, para mahasiswa dan masyarakat umum diimbau untuk hadir menonton langsung karya mereka serta memberikan kritik dan saran yang membangun demi kemajuan sinema mahasiswa ke depan.
Di Balik Layar Pembuatan Film
Proses panjang harus dilalui oleh mahasiswa KPI BP23 hingga film-film tersebut siap naik cetak di layar lebar. Proses produksi dibagi menjadi tiga tahapan utama:
Praproduksi: Mahasiswa membentuk kelompok kerja, membagi spesialisasi tugas (Sutradara, Astrada, Talent Coordinator, Script Writer, Director of Photography (DOP), Editor, dll). Dilanjutkan dengan rapat penentuan judul/tema, pembahasan angle kamera, pembuatan storyboard, diskusi color grading, hingga proses reading (latihan pendalaman peran mirip casting).
Produksi (Syuting): Tahap visualisasi naskah ke dalam kamera, di mana Sutradara, Pimpinan Produksi, dan DOP bekerja sama mengeksekusi adegan demi adegan di lapangan.
Pascaproduksi: Tahap akhir yang meliputi proses editing video, penyelarasan warna (color grading), serta penataan adegan (scene) hingga film siap ditayangkan.
Meski disadari masih terdapat kekurangan, kehadiran KUPU ON SCREEN membuktikan bahwa mahasiswa KPI UIN Bukittinggi mampu menjadi motor penggerak dalam menyuarakan identitas dan kreativitas bangsa melalui lensa kamera.
Penulis: Salsabila Salwa
