LPM AL-ITQAN-Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi secara resmi melepas sebanyak 2.114 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 2026. Agenda ini dilaksanakan di dalam gedung Student Center UIN Bukittinggi. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Muhiddinur Kamal, selaku ketua LP2M. Jum'at, 29/05/2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), para Dekan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi, dan seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan KKN periode 2026. KKN Mahasiswa 2026 ini mengusung tema “ Syiarkan Kebaikan, Lestarikan Alam, Bakti UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Untuk Negeri”, dan dilakukan pada tiga Kabupaten yang meliputi; Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Padang Pariaman.
Arjoni selaku ketua pelaksana KKN menyampaikan, kondisi dilapangan yang mungkin akan dijumpai mahasiswa. Ia mengingatkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan, khususnya di tengah masyarakat.
Arjoni menegaskan, agar mahasiswa mampu menjaga kekompakan dalam timnya. Kekompakan merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan program KKN. Beliau mendorong mahasiswa untuk saling berdiskusi dan bertukar pikiran dalam melaksanakan KKN.
"Oleh karena itu marilah bersama-sama anggota tim untuk terus mempersatukan diri, kemudian saling bertukar pikiran untuk program kerja masing-masing," Tuturnya.
Muhiddinur Kamal dalam sambutannya menyampaikan kepada mahasiswa, bahwa program KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah. Ia mengingatkan program KKN hanya dilakukan satu kali, dan pada tidak akan ditemukan di tingkat Pascasarjana. Ia menegaskan program KKN akan membentuk kesadaran sosial mahasiswa.
Kepala LP2M tersebut menekankan aspek moril dari mahasiswa. Ia mengharapkan mahasiswa dapat menjaga sikap dan nama baik instansi, serta memperhatikan adat istiadat setempat.
"Karena bagaimanapun masyarakat kita, masih menjunjung nilai-nilai adat dan istiadat," Ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan arahan dari BPJS Ketenagakerjaan kota Bukittinggi. Beliau menyampaikan urgensi dari BPJS Ketenagakerjaan bagi mahasiswa yang akan ber-KKN. Ia menjelaskan pendaftaran BPJS kesehatan sebagai bentuk antisipasi kecelakaan kerja selama KKN. Mahasiswa setelah mendaftar da membayar senilai 20 ribu rupiah, akan diberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan yang berlaku selama program KKN berlangsung.
Penulis: Elgi Kurniawan
