LPM AL-ITQAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mendirikan "Pojok Baca Rakyat" di Jorong Puduang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Program tersebut dihadirkan sebagai upaya menumbuhkan kembali budaya membaca di kalangan anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Ketua Kelompok KKN Jorong Puduang, Muhammad Fatih Ahtady, mengatakan gagasan tersebut berangkat dari keprihatinan mahasiswa terhadap berkurangnya interaksi anak-anak dengan buku. Menurutnya, saat ini anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama gawai dibandingkan membaca buku.
"Pojok Baca ini hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya membangun budaya membaca di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kami melihat aktivitas anak-anak nagari sudah tidak berdampingan lagi dengan buku, melainkan dengan gadget," ujarnya.
"Sebenarnya hal itu tidak sepenuhnya salah, tetapi arus informasi di internet sangat semrawut. Anak-anak perlu memiliki pondasi awal yang kokoh melalui buku sebagai teman mereka," tambahnya.
Ia menjelaskan, Pojok Baca Rakyat menyediakan berbagai jenis bacaan, mulai dari buku cerita anak, novel, sejarah, pengetahuan umum, pendidikan, hingga literatur keagamaan. Mahasiswa berharap, ruang literasi tersebut dapat menjadi sarana belajar sekaligus dapat memantik minat baca masyarakat, khususnya anak-anak.
Fatih menjelaskan, proses pelaksanaannya sempat mengalami hambatan. Ia menjelaskan, kelompok KKN sempat berupaya mengajak kerjasama serta berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Agam. Hal itu dilakukan karena lokasi pojok baca berada di area masjid sehingga dinilai sejalan dengan Program Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM) yang menjadi program utama pemerintah Agam dalam mewujudkan Agam Madani.
Namun, upaya kolaborasi tersebut belum membuahkan hasil. Meski demikian, mahasiswa tidak kehilangan semangat, dan memilih alternatif lain yang mendukung seperti, melalui penggalangan donasi buku di media sosial serta sumbangan kolektif dari masyarakat Jorong Puduang.
"Semangat untuk menjalankan program ini tidak berhenti. Kami membuka donasi buku melalui media sosial dan mendapat dukungan dari masyarakat setempat," kata Fatih.
Menurutnya, masyarakat memberikan respons positif terhadap keberadaan Pojok Baca Rakyat. Selama ini, Jorong Puduang belum memiliki fasilitas perpustakaan yang mudah diakses sehingga kehadiran pojok baca dinilai mampu memenuhi kebutuhan ruang belajar bagi anak-anak.
Fatih menjelaskan, agar minat baca anak-anak tetap terjaga, kelompok KKN juga mengusulkan berbagai kegiatan literasi yang dikemas secara menarik, seperti book party, sesi bercerita bersama, dan aktivitas membaca berdasarkan buku yang disukai anak-anak.
Ia berharap program tersebut tetap berlanjut meskipun masa KKN telah berakhir. Menurutnya, keberadaan buku memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
"Kami berharap program ini terus berjalan sebagaimana mestinya, sebab kami yakin buku adalah alat untuk melawan kebodohan dan penindasan," ungkapnya.
Penulis: Elgi Kurniawan
