LPM-AL-ITQAN — Salah satu mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Beladiri UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi menampilkan Pencak Silat Jurus Tunggal Nasional pada ajang SeIBa International Festival IV 2026 yang digelar di Aula Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Kamis (9/7/2026).
Maulana Malik Ibrahim yang merupakan peserta dalam lomba mengatakan bahwa ia menampilkan silat Jurus Tunggal Nasional merupakan ketentuan dari panitia lomba.
"Sebenarnya saya mau menampilkan seni tradisi, karena itu habitat saya, tapi karena juknis nya Jurus Tunggal, jadi tidak bisa saya menentukan sendiri," ungkapnya.
Dalam proses persiapan, ia mengaku menghadapi sejumlah tantangan. Bahwa selain harus berlatih untuk menghadapi perlombaan, ia juga memiliki tanggung jawab melatih peserta lain sehingga waktu latihan harus dibagi.
"Kendalanya, saya latihan sambil melatih orang. Jadi ketika sedang mempersiapkan diri untuk lomba, saya juga tetap mendapat tugas melatih orang. Itu yang membuat saya sedikit kewalahan" ujarnya.
Meski demikian, pengalaman mengikuti SeIBa International Festival dinilai sangat berharga. Menurutnya, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk bertemu dan menjalin silaturahmi dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Madura, Medan, Jambi, Purwokerto, dan sejumlah daerah lainnya.
Ia berharap keikutsertaannya dalam cabang pencak silat dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan mempelajari pencak silat.
"Saya berharap penampilan ini bisa memotivasi orang-orang yang belum mengenal pencak silat agar tertarik mempelajarinya. Mudah-mudahan semakin banyak sekolah, khususnya SMA di Sumatera Barat, yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler silat sehingga semakin banyak generasi muda yang mengenal Jurus Tunggal Nasional," tuturnya.
Penulis: M. Razi Rahman
