LPM AL-ITQAN-Jarum jam baru menunjukkan pukul 14.00 WIB. Di MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, suara riuh anak-anak mulai terdengar dari sebuah bangunan sederhana yang dijadikan tempat mengaji. Dengan mengenakan pakaian muslim dan membawa Al-Qur'an, mereka datang satu per satu. Senyum dan semangat terlihat jelas di wajah mereka, seolah tempat itu menjadi rumah kedua setelah pulang sekolah.
Kegiatan mengaji dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Kamis. Di dalam ruangan yang ditata menyerupai kelas belajar, anak-anak duduk dengan rapi sambil menunggu pelajaran dimulai. Suasana yang awalnya dipenuhi canda perlahan berubah menjadi khusyuk ketika ustadz memasuki ruangan dan mengucapkan salam.
Setiap pertemuan, anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mempelajari tajwid, serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Bapak malim zuhri selaku ustadz membimbing mereka dengan sabar, mengoreksi bacaan satu per satu, dan memberikan motivasi agar mereka terus semangat belajar.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada Sabtu, 18 Juli 2026, Ustadz Malim Zuhri mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan mengaji di MDA adalah membentuk generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
"Yang terpenting bukan hanya bisa membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," ujar sang ustadz di sela-sela kegiatan belajar.
Meski ruang belajar tidak terlalu besar, suasana di dalamnya terasa hangat dan penuh kebersamaan. Anak-anak saling membantu ketika ada teman yang masih kesulitan membaca. Sesekali terdengar tawa saat ustadz menyampaikan kisah-kisah para nabi dengan cara yang menarik sehingga mudah dipahami. Bagi para orang tua, keberadaan tempat mengaji ini menjadi harapan besar untuk membentuk karakter anak sejak usia dini. Mereka merasa bersyukur karena anak-anak memiliki kegiatan yang bermanfaat setiap sore, sekaligus terhindar dari aktivitas yang kurang positif.
Menjelang akhir pelajaran, anak-anak bersama-sama membaca doa penutup. Mereka kemudian berpamitan dengan wajah ceria, membawa pulang bukan hanya hafalan dan pelajaran baru, tetapi juga nilai-nilai kebaikan yang akan menjadi bekal di masa depan.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, kegiatan mengaji di Desa Pinagar membuktikan bahwa pendidikan agama tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Dari ruang belajar yang sederhana itulah lahir harapan agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Penulis: Fadila Yulianna Siregar
Sumber foto:Fadila Yulianna Siregar
