Pusat Kajian Ekoteologi (Center for Ecotheology Studies) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) sukses melaksanakan Kuliah Tamu dengan tema "Climate Restoration: A Novel Solution." Kuliah tamu dilaksanakan di Aula gedung Muhammad Hatta, pada Jum'at, 24 April 2026.
Kuliah tamu ini dibuka langsung oleh Direktur Pusat Kajian Ekoteologi, Dr. Zulfan Taufik, MA.Hum. Peserta dalam Diskusi ini terdiri dari Dosen, Mahasiswa Pascasarjana FUAD dan Mahasiswa Sarjana FUAD.
Forum ini menghadirkan Paul Stanley Grenda dari Melbourne, Australia. Sebagai Based Climate Analyst, Paul dihadirkan dalam rangka mengupas restorasi iklim yang nyata dan berkelanjutan.
Zulfan Taufik dalam sambutannya, menegaskan pentingnya landasan ilmiah yang cukup kuat dalam upaya mencegah krisis ekologis. Menurutnya, pendekatan saintifik akan memberikan langkah konkret berkaitan perubahan iklim, upaya pencegahan kerusakan, dan upaya pemulihan lingkungan.
Sesi Diskusi dimoderatori oleh Khairul Amin, S.Ag., M. Phil. Diskusi ini diawali dengan penyampaian materi oleh Narasumber, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh seluruh peserta diskusi.
Grenda yang memiliki kepakaran dengan fokus isu keadilan Iklim dan restorasi berbasis komunitas menawarkan beberapa pendekatan dalam perubahan iklim.
Pertama, Pendekatan berbasis Alam (Nature Based Solution), pendekatan ini menekankan reforestasi secara besar terhadap lingkungan, sehingga cadangan karbon tetap terjaga.
Kedua, Restorasi Ekosistem pesisir, ia menekankan pengembalian ekosistem pesisir, ekosistem pohon mangrove, Lamun, dan rawa Asin yang memiliki cadangan karbon yang cukup tinggi. Perbaikan ekosistem pesisir ini juga akan meminimalisir proses abrasi dan mencegah peningkatan pasang laut.
Ketiga, ia menawarkan kemajuan teknologi dalam perubahan Iklim, seperti Direct Air Capture (DAC) dan Bioenergy with Carbon Capture and Storage (BECCS), yang memungkinkan penangkapan karbon secara langsung dari atmosfer dan penyimpanannya dalam formasi geologis. Hanya saja, dala pengoperasiannya memerlukan biaya yang cukup tinggi, terbatas skala dan implikasi etis.
Lebih spesifik, ia menegaskan efektivitas berbagai pendekatan yang telah ditawarkan tersebut, hanya akan dapat diperoleh melalui kolaborasi berbagai sektor, sektor ekonomi, sosial, dan ekologis. Serta integrasi tata kelola global, inovasi teknologi, insentif ekonomi, serta perubahan perilaku kolektif.
Penulis: Elgi Kurniawan
