LPM AL-ITQAN —Mahasiswa UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi, Muhammad Reyvanda Azazi, menampilkan pembacaan puisi berjudul "Darah yang Bernama Budaya" dalam ajang SeIBa International Festival 2026, yang digelar di Aula Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Rabu (8/7/2026).
Puisi tersebut merupakan karya Azazi sendiri yang disusun dengan bantuan sang kakak. Menurutnya, pemilihan judul "Darah yang Bernama Budaya" dilatarbelakangi oleh keprihatinannya terhadap memudarnya nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.
"Modernisasi tidak menjadi masalah selama kita tetap mempertahankan budaya yang kita miliki. Sebagai orang Minangkabau, kita memiliki adat dan falsafah yang harus terus dijaga. Puisi ini saya jadikan sebagai pengingat sekaligus refleksi agar masyarakat tidak melupakan budaya yang sudah mendarah daging dalam kehidupan kita," ujar Azazi.
Ia menjelaskan, puisi tersebut mengangkat pesan bahwa budaya merupakan identitas yang tidak boleh ditinggalkan meskipun masyarakat terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Bagi Azazi, tampil pada SeIBa International Festival menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menjadi penampilan perdananya di panggung internasional, kegiatan tersebut juga memberinya kesempatan untuk menambah wawasan karena bertemu dan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Ia berharap puisi "Darah yang Bernama Budaya" dapat mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus menjaga dan mencintai budaya lokal serta warisan budaya bangsa di tengah pesatnya perkembangan zaman.
"Harapan saya sederhana, semoga puisi ini bisa menjadi pengingat bahwa budaya adalah bagian dari diri kita yang harus terus dijaga dan dilestarikan," tutur mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab itu.
Penulis: M. Zidan Pratama
