LPM-AL-ITQAN – Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U) UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi resmi menggelar Sidang Paripurna Pengesahan Program Kerja Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U) periode 2026. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat SEMA U, gedung Buya Hamka, pada Minggu (01/2/2026) sejak pukul 14.28 hingga 17.30 WIB.
Ketua DEMA U, Keni Savina menjelaskan bahwa draf program kerja (Proker) yang disahkan telah melalui proses panjang. Dimulai dari arahan Badan Pengurus Harian (BPH) hingga penyesuaian tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) di setiap kementerian melalui diskusi internal yang menyeluruh.
"Kami menyusun draf sesuai template dari SEMA. Selama sidang, terdapat revisi berdasarkan masukan dari peserta sidang penuh dan mahasiswa aktif. Kami ingin memastikan proker ini relevan," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa fokus utama kepengurusan tahun ini adalah merangkul mahasiswa yang kurang berminat dalam bidang akademik maupun non-akademik.
"Banyak proker baru yang kami angkat sesuai kebutuhan sekarang, terutama untuk memfasilitasi mahasiswa yang selama ini kurang 'melek' organisasi," tambahnya.
Muhammad Ihsan sebagai peserta dari kalangan mahasiswa yang hadir sebagai peninjau, memberikan apresiasi sekaligus catatan penting bagi kepengurusan tahun ini.
Ihsan menjelaskan dinamika yang terjadi saat persidangan. Menurutnya suasana persidangan sempat memanas dengan adanya perdebatan dan adu argumen antara peserta peninjau dan peserta penuh. Namun, Ihsan menegaskan hal tersebut masih dalam batas kewajaran dinamika di dalam persidangan.
"Kondusif, meski ada keributan kecil dalam suara atau perdebatan. Tidak sampai ada fisik, itu hal biasa dalam sidang," ucap Ketum UKK Ulumul Qur'an periode 2025 itu.
Lalu Ihsan juga menyoroti kemajuan kepengurusan tahun ini dibanding tahun lalu bahwa kepengurusan kali ini lebih serius. Ia menyentil kalau periode sebelumnya dianggap hanya menjadikan prokernya sebagai pajangan di sekretariat tanpa adanya dampak nyata.
Lebih lanjut, Ihsan mengamati adanya ketidaksiapan dari beberapa pengurus saat memaparkan proker.
"Mereka sangat semangat, tapi ada yang kurang memahami esensi program yang mereka usung sendiri," ungkapnya.
Ihsan menutup dengan harapan agar proker yang disahkan tidak hanya ramai saat pelaksanaan seremonial, tetapi memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat kampus.
"Ya tentu sebuah harapan besar dari kami sebagai masyarakat UIN SMDD ini, dalam segi penerapan yang akan dilakukan oleh kawan-kawan itu nantinya emang memiliki dampak yang besar untuk masyarakat. Yang mana dampaknya itu bukan cuma pas kocar-pas kegiatan itu dilaksanakan, tapi dampaknya itu untuk seterusnya gitu," harapnya.
"Juga mungkin hal yang harus dilakukan oleh DEMA-U untuk terlebih awalnya itu adalah penanaman pemahaman kepada kawan-kawan di internal kepengurusan DEMA-U tersebut terlebih dahulu," tutupnya.
Penulis: Salsabila Salwa
