LPM AL-ITQAN — UPT Perpustakaan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Perpustakaan bertema “Transformasi Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai Mitra Riset: Kurasi Informasi, Pendampingan Publikasi, dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)” pada Kamis (4/6/2026) di Aula Rektorat lantai III UIN Bukittinggi.
Kegiatan ini merupakan upaya UPT Perpustakaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas sumber daya manusia perpustakaan agar mampu menjawab kebutuhan akademik di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Workshop dihadiri oleh Wakil Rektor I UIN Bukittinggi, Dr. Afrinaldi, Kepala UPT Perpustakaan Dewi Anggraini, S.IP., pustakawan, dosen, peneliti, mahasiswa, serta menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Taufik Asmiyanto dari Departemen Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia dan Lailatur Rahmi, M.Hum., dosen Ilmu Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang.
Dalam sambutannya, Afrinaldi menyampaikan bahwa workshop menjadi sarana bagi para pengelola perpustakaan untuk memperbarui wawasan, berbagi pengalaman, serta meningkatkan keterampilan dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola perpustakaan sekaligus menjadi penyegaran agar mampu menghadirkan layanan yang lebih efektif, responsif, dan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di UIN Bukittinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan, Dewi Anggraini, menegaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat koleksi dan layanan informasi, melainkan telah berkembang menjadi mitra strategis dalam mendukung ekosistem riset dan inovasi.
“Perpustakaan tidak lagi dipandang hanya sebagai pusat koleksi dan layanan informasi, tetapi telah bertransformasi menjadi mitra strategis dalam mendukung ekosistem riset dan inovasi di perguruan tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, peran pustakawan juga semakin luas, mulai dari membantu peneliti menemukan sumber informasi yang kredibel melalui proses kurasi informasi, mendampingi publikasi ilmiah, hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efektivitas layanan dan produktivitas penelitian.
Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi digital menuntut kemampuan baru dalam mengelola dan memanfaatkan informasi secara tepat. Oleh karena itu, pustakawan dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dewi juga menyoroti potensi pemanfaatan AI dalam dunia perpustakaan dan penelitian. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu proses pengelolaan data, penelusuran literatur, analisis informasi, hingga penyusunan karya ilmiah. Namun, pemanfaatannya harus tetap disertai pemahaman mengenai etika, integritas akademik, dan literasi digital.
Melalui workshop ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dalam pengembangan layanan perpustakaan. Dengan demikian, perpustakaan dapat semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai pusat informasi, pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan akademik maupun masyarakat.
Penulis: Elgi Kurniawan
Sumber Foto : Humas UIN Bukittinggi
