Foto: Aisyah
LPM AL–ITQAN—Ma’had Al-Jami’ah UIN Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi Menyelenggarakan Masa Perkenalan Ma’had (Maperhad) pada Selasa (25/8/2026) di Gedung Student Center UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kehidupan di Ma’had kepada mahasiswa baru, termasuk aturan, kegiatan, serta pembinaan selama tinggal di asrama.
Dalam kegiatan tersebut, Kori Lilie Muslim, M.Hum., Selaku Wakil Kepala Ma’had Bidang Kesantrian dan Administrasi Umum, menyampaikan materi tentang aturan dan tata tertib asrama. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa akan didampingi oleh Musyrif dan Musyrifah yang bertugas membimbing dan membantu mahasiswa selama berada di Ma’had.
Beliau meminta mahasiswa untuk tidak menyimpan sendiri masalah yang mereka hadapi. Menurutnya, setiap masalah sebaiknya dibicarakan agar dapat ditemukan solusinya.
“Kalau ada masalah jangan dipendam. Kita punya Kakak-kakak Musyrif/Musyrifah,” ujar beliau.
Selain itu, Ma’had juga akan memiliki beberapa koordinator, seperti koordinator bakat dan minat, keagamaan, serta kesehatan. Para koordinator tersebut akan membantu mahasiswa sesuai dengan bidang masing-masing.
Dalam bidang keagamaan, mahasiswa akan mengikuti beberapa kegiatan, seperti salat berjamaah, salat Dhuha, serta puasa Senin dan Kamis. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa meningkatkan ibadah sekaligus mempererat kebersamaan.
Mahasiswa juga akan diberi tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kerapian kamar. Setiap penghuni kamar akan mendapat jadwal piket dan bekerja sama membersihkan kamar serta merapikan barang-barang.
Beliau juga mengingatkan agar setiap tugas yang diberikan dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan diniatkan sebagai ibadah.
“Niatkan semuanya adalah ibadah. Jangan merasa terpaksa,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa aturan yang dibuat di asrama bukan untuk menyulitkan mahasiswa. Aturan tersebut dibuat agar kehidupan di asrama berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman.
“Aturan itu digunakan supaya tertata, aman, tenteram, damai di kehidupan asrama,” jelasnya.
Beberapa aturan yang disampaikan antara lain larangan merokok di lingkungan asrama, larangan membawa orang yang bukan penghuni ke dalam kamar, serta kewajiban mengunci kamar ketika meninggalkan ruangan.
“Setiap keluar dari kamar, kunci!” tegas Kori kepada mahasiswa baru.
Ia juga meminta mahasiswa segera melaporkan jika terdapat kerusakan fasilitas di kamar kepada Musyrif atau Musyrifah agar dapat segera ditindak lanjuti.
“Kunci saya rusak, Bu. Laporkan ke Kakak Musyrif/Musyrifah. Nanti Kakak akan lapor ke Pengelola Asrama,” ujarnya.
Harapannya mahasiswa dapat memahami dan mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan. Menurutnya, memahami aturan akan membantu mahasiswa merasa lebih aman dan nyaman selama tinggal di Ma’had.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk saling bekerja sama dan tidak hanya mementingkan keinginan pribadi.
“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Kita bisa bekerja sama untuk mencapai target khusus. Jangan hanya mengikuti keinginan kita sendiri saja,” pesannya.
Setelah penyampaian materi tentang aturan dan tata tertib asrama, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan struktur pengelola serta Musyrif dan Musyrifah Ma’had. Pengenalan ini dilakukan agar mahasiswa baru mengetahui siapa saja yang akan membimbing dan membantu mereka selama tinggal di asrama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara pimpinan, pengelola Ma’had, serta Musyrif dan Musyrifah.
Kegiatan Masa Perkenalan Ma’had (Maperhad) tersebut kemudian ditutup pada pukul 12.05 WIB dan berlangsung dengan tertib.
Penulis : _Siti Aisyah_

