LPM AL-ITQAN —Ma'had Al-Jami'ah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi gelar acara Masa Perkenalan Mahad (Maperhad) bagi mahasantri dan mahasantriwati, di gedung Student Center (SC) UIN SMDD Bukittinggi, Selasa (25/8/2026).
Dr. H. Fahmil Samiran, Lc., MA, selaku kepala ma'had al-jami'ah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027 terdapat 689 mahasantri dan Mahasantriwati ma'had al-jami'ah UIN SMDD Bukittinggi.
"Perlu kita sampaikan kepada Ibu Rektor, jumlah mahasatri secara administrasi ada 689 orang. Asrama putri, alhamdulillah secara hitungannya sudah penuh," ungkapnya.
Pimpinan ma'had juga mengatakan bahwa mahasantri dan mahasantriwati yang telah ditetapkan untuk di bina diasrama, ada yang merasa bahagia dan ada juga yang terpaksa, tapi ia tegaskan bahwa ma'had adalah jembatan untuk meningkatkan kualitas Mahasiswa UIN SMDD.
"Mahasatri semuanya, bagaimana awal dari saudara masuk ke sini adalah diawali dengan berbagai rintangan. Ada yang mau, ada yang tidak, ada yang memohon, ada yang terpaksa. Tapi yakinlah, ma'had ini adalah dalam rangka meningkatkan kualitas saudara mulai dari kualitas bacaan Al-Qur'an, hingga kualitas kualitas sholat," tuturnya
Ia menambahkan bahwa tidak hanya mahir dalam membaca Al-Qur'an dan sholat Beliau juga menekankan bahwa mahasantri wajib bisa berbahasa asing terutama bahasa Arab dan bahasa Inggris, sesuai dengan arahan Rektor dan ma'had yang siap mengarahkan serta menjembatani para mahasantri UIN SMDD.
"Insya Allah akan kita buka jalan, akan ada tutor bahasa Arab dan juga bahasa Inggris. bahasa Arab semester ini, bahasa Inggris semester depan. Tapi, dua bahasa ini tetap dimulai. Ada hari Selasa dan hari Jumat, itu hari wajib berbahasa Arab dan bahasa Inggris," ujarnya.
Ia berharap bahwa mahasantri dapat mengikuti program binaan dengan baik serta bersungguh-sungguh dalam menjalankan kegiatan belajar tanpa rasa takut ketika salah dalam belajar.
"Jadi jangan takut salah. Jangan takut salah, ya. Jadi kalaupun salah, enggak apa-apa, Pokoknya bicara, bahasa Arab dan bahasa Inggris," jelasnya.
Penulis: Aisyah

