Kabar duka datang di penghujung suasana lebaran Idulfitri tahun 2026 Masehi atau 1447 Hijriyah. Yusbir atau akrab disapa dengan sebutan Angku Yus Datuak Parpatiah Guguak meninggal dunia pada usianya yang ke-86 tahun, pada hari Sabtu sore, 28 Maret 2026.
Berdasarkan informasi yang didapat, angku Yusbir sempat dirawat 1 minggu di rumah Sakit Yarsi Bukittinggi. Sakit yang dideritanya ialah Gula, Asam Urat, Sesak Nafas yang menyebabkan ia meninggal dunia. Pada sekitaran pukul 16.30 WIB Angku Yus menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Tuo Suku Sikumbang, jorong Nagari, kenagarian Sungai Batang, kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Jenazah mendiang akan dimakamkan di dekat Masjid Syekh Muhammad Amrullah, Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat pada Minggu pagi, 29 Maret 2026.
Angku Yusbir atau akrab di sapa Angku Yus merupakan sosok sang maestro adat dan tokoh budayawan legendaris di Minangkabau. Semasa hidupnya, Angku Yus banyak bergelut dengan gurindam, pituah, dan pepatah-petitih Minangkabau sebagai instrumen untuk menjaga dan melestarikan budaya. Beliau juga tidak luput pula dengan kecanggihan teknologi sekarang yang dijadikannya sebagai sarana untuk menyebarkan pengetahuan tentang adat. Seperti membuat rekaman kaset dan vidio.
Terdapat sekitar 130 judul karya beliau, diantaranya judul karya-karya beliau adalah Cerita Bujang Sembilan, Kasiah Tak Sampai, Menyingkap Wajah Minangkabau: Paparan Adat Minangkabau, Pitaruah Ayah, Pitaruah Pengulu dan lain-lain.
Menurut pandangan dari masyarakat setempat bahwasanya Angku Yus begitu menyukai pemuda yang mempunyai semangat yang tinggi dan memiliki jiwa-jiwa pejuang.
"Beliau sangat sayang dan senang dengan anak-anak muda gigih dan tidak manja", ungkap Rudi selaku masyarakat setempat.
Selain itu, Rudi juga menjelaskan, angku Yus sering membahas serta menjelaskan kepada masyarakat tentang kekayan makna dari nilai-nilai adat yang ada di alam Minangkabau.
"Beliau, suka bercerita terkait nilai-nilai Adat Minangkabau, Isi atau Batang-batang Adat Istiadat Minangkabau. Suko menjelaskan dan memberikan pemahaman makna petatah-petitih sebagai filosofi dan prinsip hidup Orang Minangkabau", tambahnya.
Rudi memaparkan, banyak orang yang datang atau berkunjung kerumah beliau untuk meminta petuah atau nasehat hidup dari beliau.
"Duduk santai di Ruang Tamu sambil menunggu kunjungan yang sering ka rumah baliau minta nasihat", tutupnya.
Penulis: M. Zidan Pratama
