LPM AL-ITQAN–Dalam rangka memperingati 100 Tahun Jam Gadang, Pemerintah Daerah (PEMDA) Bukittinggi mengelar kegiatan Fesitival Kuliner Tradisional dengan 20.000 porsi. Diselenggarakan di kawasan Tugu Pahlawan Tak Dikenal, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Minggu (21/6/2026).
Ada 27 macam kuliner yang dihidangkan secara gratis. Masing-masing berjarak sekitaran 2-3 meter per lapak.
Salah satu pemilik kuliner, Pical Sikai, mengatakan bahwa kegiatan ini bagus karena memberikan keuntungan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seluruh Bukittinggi.
"Cuman mungkin, kalau akan ada event seperti ini lagi penataan pengunjung harus lebih diperhatikan. Begitu pun dengan fasilitas-fasilitasnya ada mesti diperbaiki," ungkap Afez
Bagi Afez dengan keamanan, pengawasan, dan fasilitas seperti sekarang takutnya bisa menyebabkan masyarakat pingsan dan jatuh karena berdesakkan.
"Tadi dengarnya ada yang pingsan cuma nggak tau ada dimana," kata Afez
Ia juga menyarankan sebaiknya lebih ditingkatkan keamanan mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atau dari dinas-dinas terkait yang bisa membantu untuk mengamankan dan menertibkan per lapak.
"Tadi itu masalahnya, orang-orang mengambil makanan rebutan, entah siapa yang duluan, entah siapa yang belakangan, ngak jelas," ujar Afez.
Kuliner Pical Sikai sudah mulai mempersiapkan dari 1 hari sebelum acara. Dan untuk di lokasi sudah mulai dari jam 04.30 WIB.
Jatah untuk Pical Sikai adalah 1000 porsi dengan harga satu porsi dari Rp. 17.000. Jadi dana untuk kuliner Pical Sikai mencapai Rp 17.000.000.
Salah satu warga yang mengikuti kegiatan ini sampai habis, berpandangan kalau kegiatan ini bagus dan bermanfaat buat masyarakat banyak khususnya masyarakat Bukittinggi. Cuma dalam teknis pembagian makananya kurang tertib dan kurang tertata.
"Masyarakat tadi berdesakkan dan kurang tertib dalam mengambil makanan," ujar Awis.
Ia berharap semoga kedepanya ketika PEMKO mengadakan event seperti ini lagi bisa dijalankan dengan tertib, aman, dan bermanfaat baik bagi masyarakat banyak.
Penulis: M. Zidan Pratama
Foto: M. Zidan Pratama
